Next Post
banner
IMG_20210202_103510_compress61

Setelah 3 Bulan Diblokir Facebook, Forsa Launching Grup Baru Official

Wahed Unoe, Sekjen DPP Forsa

Jakarta, Voice of Dangdut – Setelah Grup Facebook (FB) Fans Of Rhoma And Soneta (FORSA) dihentikan aktivitasnya selama 3 bulan oleh pihak otoritas Facebook, kini DPP Forsa kembali launching Grup FB baru dengan nama user FORSA Official pada Senin, 1/2/2021.

Sejak keberadaannya hampir 8 tahun lalu, grup Forsa tergolong sangat aktif di jejaring media sosial terutama Facebook. Berbagai kegiatan internal organisasi kerap diposting dalam group Facebook, termasuk kegiatan sang idola Rhoma Irama.

Walau Grup FB Forsa yang pertama sudah diblokir untuk publik oleh Facebook, namun admin Forsa masih dapat membuka dan melihat data group dengan jelas.

Grup tersebut dibuat tanggl 6 April 2013, itu artinya dua hari setelah organisasi ini dideklarasikan pada 4 April 2013. Kemudian tanggal 16 Oktober 2016 diganti nama menjadi FORSA (Fans Of Rhoma And Soneta), Facebook memblokir tanggal 12 November 2020.

Pengurus DPP Forsa bersama admin grup telah berupaya hingga tiga kali membangun komunikasi dengan pihak Facebook, agar melakukan peninjauan kembali untuk pemulihan akun.

Disisi lain Facebook tidak menjelaskan alasan pemblokiran, maka DPP Forsa patut menduga bahwa pembatasan itu terkait adanya postingan anggota group yang menyebut nama tokoh Ulama Besar Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Lc., M.A., DPMSS yang kini ditahan oleh pemerintah, atau bisa jadi ada unggahan foto Beliau.

Kebenaran itu sangat beralasan, group Forsa diblokir ketika eskalasi framing media begitu kuat, atas pelarangan pemberitaan dan kemunculan gambar dan foto-foto MHRS lenyap ketika diunggah di Facebook. Tidak sedikit akun-akun pengguna kala itu mendapat warning hingga suspend.

Seharusnya Facebook menjelaskan penyebab akun diblokir, siapa yang menulis atau mengunggah sesuatu, jika memang melanggar standar komunitas musti memaparkan, bukan langsung blokir kemudian diam, tidak merespon dan tidak memberi solusi.

Pemblokiran sepihak Facebook tanpa adanya penjelasan, itu sangat tidak etis dan telah merugikan Forsa beserta 86.779 anggota grup. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi Forsa dan juga Facebook, bahwa konsep saling butuh simbiosis mutualisme tetap seiring dan berkelanjutan.

Selamat atas peluncuran grup Facebook Forsa Official, semoga dapat menjadikan wadah ini sebagai perekat sesama, penyambung silaturrahmi, saling tukar informasi Forsa, ruang ekspresi diri yang santun dan terpuji. (unoe/rc.putri)

Related posts