Next Post
banner
IMG_20201027_095822_compress71

Sekolah Dangdut Ikke Nurjanah Beri Pelatihan Vocal Gratis Untuk Talent Muda Aceh

Banda Aceh, Voice of Dangdut – Sekolah Dangdut Ikke Nurjanah gelar pelatihan vocal seluruh Indonesia Road to Sumatera. Setelah Bengkulu dan Sumatera Utara, Aceh menjadi tujuan pembinaan talent-talent muda, kemudian disusul Provinsi Kepri dan daerah lain.

Mendapat kabar dari Ikke Nurjanah kalau Dedy Tobokito yang lebih dikenal Pak Guru Deto, akan melaksanakan Tour ke beberapa provinsi di Sumatera untuk melatih vocal secara gratis, Wahed Unoe dari unsur DPD PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia) Aceh menyambut baik peluang itu.

Sebagian Talent Aceh foto bareng usai Pelatihan Vocal

Pelatihan vocal gratis dengan tetap mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19 di Banda Aceh berlangsung sukses. “Saya kebetulan sedang berada di Aceh dalam rangka persiapan awal Musyawarah Daerah PAMMI, jadi ketika Ibu Ketua Harian DPP PAMMI Ikke Nurjanah menyampaikan informasi itu, tentu langsung saya katakan kami siap.”

“Pelatihan vocal ini juga sebagai bonus kami untuk teman-teman PAMMI Aceh, dalam rangka membina kadernya jelang perhelatan MUSDA.” Tutur Wahed Unoe yang juga Sekjen DPP FORSA.

“Talent muda Aceh otodidak tanpa sentuhan coach vocal, kendati begitu mereka mulai diperhitungkan di kancah nasional. Setiap audisi pencarian bakat LIDA (Liga Dangdut Indonesia), anak-anak Aceh setidaknya masuk Top 6, Top 4 bahkan menjadi juara 1 nasional hingga Internasional. Jadi sekarang ini sudah selayaknya kita berikan knowledge khusus kepada mereka.” Tambah Unoe selaku penyelenggara.

Kegiatan pelatihan vocal yang berlangsung selama 3 hari, sejak 22 – 24 Oktober 2020 tersebut dilaksanakan di Rumoh Budaya, Jl. Tgk Moh. Daud Beureueh, Simpang Lima, Kota Banda Aceh. 

Peserta tekun ikuti pelatihan, tetap ikuti Prokes Covid-19

Walaupun acaranya mendadak namun Pemko Kota Banda Aceh mensupport penuh pelatihan vocal yang baru pertama kali berlangsung di Aceh. “Kami dari Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh sangat mendukung kegiatan semacam ini.”

“Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh siap memfasilitasi kegiatan kesenian, pada gilirannya pelaku seni khususnya penyanyi muda Aceh akan menjadi agent promosi wisata. Kata Kadis Pariwisata Kota Banda Aceh, Iskandar S.Sos, M.Si saat dimintai pendapatnya.

Sementara Ikke Nurjanah dalam sambutan pada pembukaan pelatihan vocal secara virtual melalui App Zoom Meeting dari Jakarta, menyampaikan, “saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, atas dukungan dan fasilitas yang diberikan.”

“Saya dan Pak Guru Deto bangga dapat berbagi ilmu gratis untuk anak-anak Aceh, mudah-mudahan pengetahuan vocal ini akan menjadi pelajaran berguna. Bernyanyi dan menghibur dengan baik, santun dan berakhlak mulia. ” Harapan dan pesan Ikke Nurjanah untuk talent dangdut Aceh.

Pelatihan vocal dangdut yang dimentori langsung oleh coach vocal Guru Deto, untuk tahap I tahun ini diikuti 20 peserta, kemungkinan akan kembali digelar tahun 2021 untuk kelas yang sama dan kelas lanjutan tahap II.

Dari kiri: Kadis Pariwisata Bp. Iskandar, Firsa Agam, Safwan Ibnoe Arhas dan Wahed Unoe

Usai melatih vocal di Banda Aceh 24 Oktober lalu, Guru Deto melanjutkan perjalanan ke Takengon untuk melatih vocal adik-adik di daratan tinggi Gayo selama 2 hari, mulai 26 – 27 Oktober 2020.

Sebelum meninggalkan Kota Banda Aceh ia memberi pernyataan di hadapan Kadis Pariwisata Kota Banda Aceh sembari ngopi bareng di cafe Ali Kupi , “selama ini saya hanya mendengar cerita dari teman-teman kalau anak-anak Aceh hebat dalam berdangdut, ternyata memang benar-benar luar biasa dan saya sangat takjub Pak.”

“Range vocal mereka lebar dan cengkok dangdutnya bagus sekali, sayangnya adik-adik remaja Aceh otodidak belum ada pembinaan. Insya Allah saya dan manajemen Sekolah Dangdut Ikke Nurjanah siap mendidik mereka gratis.” Tutup Deto dengan harapan akan kembali ke Banda Aceh untuk melanjutkan programnya. (unoe/rc.putri)

Related posts