Next Post
banner
IMG_20200903_175418_compress79

Aji Forsa: Malam Nahas Itu 22 Juli 2020

Jakarta, Voiice of Dangdut – 26 tahun bersama istri yang kala itu masih pengantin baru sepakat meninggalkan tanah kelahiran Lamongan, Jawa Timur, menyusul kakak yang sudah lebih dulu merantau tahun 1988 mengadu nasib di wilayah ujung timur Pulau Sumatera. 

Nama lengkapnya Ngataji, bagi kalangan Fans Of Rhoma And Soneta (Forsa) dan masyarakat sekitar tempat tinggalnya, belakangan ia dipanggil dengan nama Aji Forsa.

VOD kali ini mengangkat kisah perjalanan Aji yang sejak 1994 merantau ke Bandar Lampung, memulai usaha kecil bersama istri tercinta, membesarkan anak-anaknya, membeli rumah impian, menjadi anggota Forsa, mengantar jemput Rhoma Irama ketika sang Raja Dangdut berada di Bandar Lampung hingga Kisah tragis pada Rabu malam kelam 22 Juli 2020.

Buku kenang-kenangan dari Muchsin tinggal kenangan

Walau berpahit-pahit dimasa awal, pada tahun 2005 Aji bersama istri tercinta Sulasni memillih buka usaha warung tenda Pecal Lele Lamongan, di sebuah desa di sudut Kota Bandar Lampung.

Keuletan dan kegigihan usaha keluarga kecil sederhana ini mulai berbuah hasil, pecel lele milik Aji walau kala itu belum disebut sukses, namun hasilnya dapat menutupi kebutuhan hidup ketika masa-masa mengawali usahanya di perantauan.

Dari tahun ke tahun usaha yang dibangun dengan cita-cita, semangat dan doa berjalan kian sukses. Aji yang semula tiap tahun kontrak rumah, seiring lahir anak dan membesarkan buah hatinya, ia pun rajin menabung dengan harapan kelak dapat memiliki rumah sendiri.

Dari penuturannya kepada Wahed Unoe melalui telpon, Aji dan kakaknya bernama Lisman, tahun 2008 membeli 2 unit rumah bersebelahan namun dibawah satu atap, di Desa Suka Jawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung.

Di rumah inilah baik Aji dan keluarga serta kakaknya Lisman dan keluarganya hidup bahagia, bahkan Aji mengajak adiknya, kemudian Samuji ikut tinggal bersama walau harus menambah 1 kamar tidur di sisi samping rumah.

Dari penelusuran akun Facebook milik Aji Forsa, Wakil Ketua DPC Forsa Bandar Lampung ini sangat aktif memposting kegiatan Forsa di daerahnya, termasuk banyak foto bareng dengan Rhoma Irama.

Saya dapat kabar mas Aji sering mendampingi, mengantar dan menjemput Rhoma saat Beliau ke Lampung. “Ya Bang, setiap Pak Haji Rhoma ke Lampung baik konser atau acara tabligh, tidak pernah saya lewatkan.”

“Sudah 5 kali Pak Haji Rhoma ke Lampung, saya selalu ikut menjemput, menghadiri acara hingga mengantarkan Beliau ke Bandara ketika kembali ke Jakarta,” ungkap Aji bersemangat dan bangga karena selalu bisa bersama Rhoma ketika Raja Dangdut hadir di Lampung.

Petaka di Rabu malam 22 Juli 2020

Perbincangan yang semula hangat tiba-tiba berubah hening ketika VOD menyinggung musibah kebakaran yang menghanguskan kediaman Aji. Bisa diceritakan kronologinya? “Malam itu Rabu tanggal 22 Juli 2020, pukul 20.30 wib, terjadi petaka yang memilukan keluarga kami.”

Kolase foto puing rumah Aji semua sisi yang terbakar

“Korsleting listrik di kamar adik saya Samuji, percikan api merambat ke arah dapur, kemudian menyebar dan menghanguskan 2 rumah berikut isinya.” Tutur Aji dengan suara lirih menahan kesedihan.

Dari data Damkar, pihak pemadam kebakaran mengerahkan 9 armada dan 36 personel. Kerugian ditaksir mencapai 400 juta rupiah, demikian isi laporan yang disampaikan dari Mako Tendean ditandatangani Komandan Peleton.

Masih menurut Aji, pemerintah melalui Kementrian Sosial ada bantuan tanggap darurat berupa peralatan dapur, sama baju seragam sekolah SD. Penyerahan dihadiri oleh Camat, Lurah dan RT setempat.

Aji masih meneruskan cerita, “tidak banyak yang dapat diselamatkan kecuali motor yang biasa kami gunaka untuk mengantarkan anak sekolah, tempat tidur dan lemari anak bungsu yang masih TK, lainya hangus menjadi debu.

“Foto-foto saya dengan Pak Haji Rhoma masih utuh, hanya tersiram air saat pemadaman. Baju Forsa dan buku Rhoma Politik Dakwah dalam Nada ikut terbakar.” Pungkas Aji yang mengaku buku Rhoma ini pemberian dari Muchsin JR Ketua DPW Forsa Jawa Timur.

Aji Forsa bersama istri dan ketiga anaknya Nur Ardhi 24, Dwi Andika 17 serta Nissa Amelia Zahra 6, kini menetap di rumah kontrakan. Menurutnya hidup harus tetap berjalan dan sudah barang tentu usaha juga harus kembali digerakkan walau dengan segala keterbatasan.

Rasa empati untuk keluarga Aji Forsa terus berdatangan

Diakhir percakapan, Aji Forsa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Donasi, baik atas nama pribadi maupun organisasi Forsa, diantaranya
Ibu Wati Taurus Ket. DPW Forsa Lampung
Cak Mul Forsa
Mbak Yuli
Andi Bp Forsa
DPC Forsa Lampung Utara
DPC Forsa Tulang Bawang Lampung
DPC Kota Bandar Lampung
DPP Forsa
Muhini, serta
Semua pihak yang peduli pada musibah yang telah menimpa kami, termasuk para tetangga yang sangat tanggap dan berjibaku menyelamatkan beberapa barang kami. Insya Allah akan mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT. Aamiin. (unoe/rc.putri)

Related posts