Next Post
banner
IMG_20200713_103018

Viral Video Buang Alat Musik, Imron Sadewo: Seniman Kita Kelaparan

Surabaya, Voice of Dangdut – Banyaknya seniman di berbagai daerah berunjuk rasa ke Pemerintah Daerah, seperti di Pati Jateng dan Tuban Jatim, karena mereka sedang resah. ‘Wajar karena udah lebih 5 bulan kita gak bisa pentas. Anak istri seniman kelaparan. Mari kita pikirkan bersama agar pentas segera diizinkan kembali,” kata Imron Sadewo musisi Orkes Moneta Surabaya, Minggu 12/7/2020.

Menurut Imron, terlalu lama tidak ada job, para seniman kesulitan ekonomi. Ada yang terlilit utang, ter PHK dari pekerjaan, usaha bangkrut. Bahkan sampai tahapan mengkawatirkan. Dari video yang beredar, ditemukan pemain suling membakar koleksi sulingnya dan emain keyboard membuang keyboardnya ke sungai. ‘’Kalau tidak ada solusi kita khawatir nanti akan lebih parah” tandas pencipta lagu ‘Kandas’ ini.

Memang sejak pandemi mendera Februari hingga Juli 2020, pentas dilarang, pesta hajatan tak diizinkan. Praktis para pekerja seni yang tidak punya penghasilan sampingan, jadi pengangguran. Rentetan pekerja seni itu mulai dari producer, artis, musisi orkes, MC, penari, persewaan tenda, perias, persewaan genset, dan seterusnya. Mungkin aksi buang alat musik yang videonya viral di Group WA ekses dari kekecewaan musisi.

Kolase foto screenshoot video buang alat musik

Berkumpulnya massa lebih 5 orang diprediksi akan menularkan Covid19. Aturan yang keras dimulai dari Maklumat Kapolri, dimana polisi dapat menangkap dan membubarkan berkumpulnya 5 atau lebih kerumuman, tapi maklumat itu telah dicabut akhir Juni 2020. Setelah itu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), juga berakhir di sejumlah daerah. Yang tersisa kini New Normal. ‘’Walau aktivitas umum sudah diizinkan dengan syarat protokol kesehatan, tapi pentas tetap belum diizinkan,’’ jelas Imron.

Sebenarnya para seniman terus mendorongnya agar berunjukrasa ke DPRD atau Walikota Surabaya, tetapi dia masih berharap Pemkot Surabaya bisa memberikan solusi terhadap penderitaan seniman ini. ‘’Karena itu mohon para pemangku kepentingan bisa duduk bersama Pemda dan kepolisian, mencari titik temu. Bagaimana izin pentas bisa kembali dibuka dan tetap memperhatikan protokol kesehatan,’’ tambah Imron yang juga wakil ketua DPD PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia) Jatim ini.

NGAMEN VIRTUAL PEDULI SENIMAN
Sambil menunggu kebijakan itu, sejumlah seniman dangdut yang dimotori DPD PAMMI Jatim berencana menggelar ‘Ngamen Peduli Seniman’ secara virtual di Yotutube. Orkes Moneta Group pimpinan Imron Sadewo menyatakan siap.

Sejumlah artis dari Surabaya dan disekitarnya diharapkan ikut partisipasi nantinya. Hasil ngamen akan disumbangkan untuk bantu seniman yang sakit, terpuruk ekonomi terdampak Covid19. ‘’Insyaallah akhir Juli atau awal Agustus,’’ kata Puri Rahayu MH Caretaker DPD PAMMI Jatim.

Puri menjelakan bahwa ide ngamen masih dimatangkan lagi, khususnya terkait teknis pelaksanaan, karena ngamen biasanya langsung ditempat. Dalam kondisi protokol kesehatan tidak mungkin berkumpul banyak orang. ‘’Nantinya kalau ada yang mau nyawer lewat rekening bank yang akan kita umumkan’, tambah Puri.

TANGGAPAN RHOMA IRAMA
Raja Dangdut Rhoma Irama menyambut baik gagasan PAMMI Jatim akan Ngamen Virtual itu. Gagasan seperti itu juga dilakukan Rhoma dan Soneta bersama Kompas Tv, hasilnya disumbangkan pada warga yang terdampak Covid19. ‘’Memang berat kondisi ekonomi rakyat kita, termasuk para seniman. Makanya kita apresiasi setiap upaya membantu sesama,’’ kata Rhoma mendukung upaya terobosan yang terus dilakukan dan meminta supaya para seniman selalu berdoa. (surya.aka/unoe)

Related posts