Next Post
banner
IMG_20200916_015154

Cut Zuhra Multi Talenta Terinspirasi Lesti

Jakarta, Voice of Dangdut – Bagi kalangan milenial Aceh khususnya warga Kabupaten Bireuen, nama Cut Zuhra sudah tidak asing. Penyanyi cilik era pertengahan 2000an ini kini juga dikenal di seantero Indonesia, setelah ia masuk Top 6 LIDA (Liga Dangdut Indonesia) season 2 tahun 2019 lalu.

Ketika VOD singgah di Kota Juang beberapa hari lalu, Wahed Unoe menghubungi bertemu dan bincang – bincang dengan pemilik nama lengkap Cut Rianda Zuhra di D’Coffee Break Kota Bireuen.

Bincang-bincang di D’Coffee Break (foto by Rusdi Eros)

Bisa Cut ceritakan sejak kapan awal menjadi penyanyi. “Sejak masih kecil saya sudah menyanyi, lagu yang Icut nyanyikan saat itu sebagian besar segmennya lagu anak-anak.”

“Dulu saya tinggal di Matang, tepatnya di Radio Andita, kebetulan mama dan ayah sama – sama penyiar radio. Setiap hari minggu pasti ada jatahnya Icut temani mama siaran program lagu anak – anak.” Tutur Cut Zuhra mengenang masa – masa awal menjadi penyanyi cilik karena terbiasa dengar lagu anak – anak di radio.

Menurut Cut Zuhra, Ketika ia masih kelas 5 SD, di Alun – alun Kota Bireuen diadakan konser artis Aceh Rafli Kande, karena papanya senang musik maka setiap ada panggung musik, tentu Cut Zuhra selalu diminta naik panggung untuk menyanyi.

Penampilan di panggung konser tahun 2006 itu ternyata membawa berkah baginya. Ada 3 orang produser memperhatikan dan menilai kemampuan Cut Zuhra. ketiganya mengajak ayah Cut Zuhra agar bersedia menjadikan putrinya artis rekaman dibawah perusahaan label mereka.

Dari ketiga produser itu lantas mana yang ayah pilih? “Kami pilih salah satunya Dona Record, kebetulan kami sekeluarga sudah sangat akrab sama Om Din Dona. Kemudian kami garap album Aceh dengan judul sampul Caplin. Singel yang paling populer Manoe Ie Mata (Mandi Air Mata).”

Dari penelusuran jagat YouTube, diketahui Cut Zuhra yang masih kelas 5 SD kala itu sukses membakar emosi pemirsa, lagu Manoe Ie Mata video klip dibintangi oleh ayah dan mamanya dengan beralur cerita menyayat hati.

Seiring berjalan waktu dan rekaman terus berlanjut, Cut Zuhra bergabung ke Halteks Studio milik Iwan Setiawan. Rekaman lagu merambah ke Qasidah Aceh, saat itu hasil rekaman suaranya dibuatkan video klip namun digunakan orang lain sebagai figur penyanyi pengganti atau lip sync.

Cut Zuhra mengaku sejak saat itu sampai ia tamat SMA dan Kuliah di Al- Muslim terus begitu. Hasil rekaman suaranya kerap diganti peran orang lain dalam video klip dengan cara lip sync, kecuali album Ka’bah 1, 2, 3, 4 hingga volume 5 yang ia perankan sendiri.

Sejak kapan Cut Zuhra tertarik dengan Dangdut? “Waktu itu ada ajang pencarian bakat Dangdut Academy pertama (DA1), juaranya Lesti. Awalnya Icut nggak suka dangdut tapi karena Lesti yang masih remaja, menguasai dangdut, suara juga bagus dan menjadi juara. Jadi Icut terinspirasi Lesti untuk belajar lagu dangdut.”

“Setahun kemudian Indosiar adakan DA2. Dengan dorongan orang tua dan sahabat, Icut coba ikut audisi DA2 di Medan tapi tidak lolos, tahun berikutnya Icut ikut lagi DA3 dan lagi – lagi gagal, barulah ketika DA4 lolos ke Jakarta namun hanya di Top 28.” Jelas Cut Zuhra mengisyaratkan berpantang ia menyerah sebelum berhasil.

Tahun 2018 stasiun televisi Indosiar gelar LIDA (Liga Dangdut Indonesia) sebagai penganti ajang Dangdut Academy yang sudah berakhir. Cut Zuhra yang pernah menjadi bagian ajang DA4 tidak dibolehkan ikut LIDA, Ia harus rela menunggu setahun kemudian.

Tidak patah arang, Cut Zuhra bersabar setahun sembari mendalami dan belajar dangdut. Tahun 2019 LIDA season 2 dibuka dan Ia kembali mencoba peruntungan. Hasilnya putri pasangan Daiyah dan Juanda Abdullah terpilih sebagai Duta Dangdut Provinsi Aceh.

Wajah Cut Zuhra mirip Bunga Citra Lestari (BCL)

Gadis Aceh kelahiran 13 November 1996 ini wajahnya mirip Bunga Citra Lestari (BCL), saat audisi LIDA di stasiun telvisi Indosiar namanya lebih populer dengan panggilan Cut Aceh.

Sederet prestasi Cut Zuhra diantaranya, saat kelas 6 SD juara 1 ajang festival Mamamia Aceh, kemudian waktu kelas 2 SMP ia juara 1 Rangkang Sastra, dan berbagai festival di kotanya selalu meraih juara 1. Keseringan dapat juara 1, akhirnya ia dibatasi tidak boleh lagi ikut festival di Kabupaten Bireuen.

Cut Zuhra pernah meraih juara 1 Peksimida Pekan Seni Mahasiswa Daerah, melengkapi kesuksesannya di berbagai kejuaraan di daerah, puncak keberhasilannya tahun lalu di kancah nasional Cut Zuhra Top Six Liga Dangdut Indonesia.

Setelah sukses di LIDA 2019, banyak tawaran menghinggapinya, mulai pembuatan single baru hingga membintangi FTV (Film Televisi) dalam seri Pintu Berkah dan Kisah Nyata.
1. Kugapai Ridhomu Dengan Bismillah
2. Duka Gadis Penjual Juz Amma Mengasuh Anak Yang Terbuang
3. Duka Ibu Petani Tomat Yang Berjuang Mewujudkan Mimpinya

Cut Zuhra dikenal gadis multi talenta, jago acting, menguasai qasidah, dangdut, pop dan all genre. Dari channel YouTube 41 Project Official, 4 singel pop Indonesia yang dilantunkannya cukup mendapat sambutan, diantarannya :
1. Mengalah
2. Hanya Ingin Bahagia
3. Kau Sakiti Lagi
4. Tak Mungkin Bersama
Single Mengalah ciptaan Adi Bugak, hanya dalam setahun sudah ditonton 34 juta pemirsa.

Sentuh gambar dan nikmati single Mengalah

Sementara single Aceh dalam berbagai versi dibawah label D2X Management juga tidak kalah hebatnya. Berikut lagu – lagu Aceh yang dilantunkan Cut Zuhra :
1. Pesona cinta (Cut Zuhra feat Rais Farmiadi)
2. Oh kanda
3. Boh hate gadoh
4. Rahasia hate
5. Cinta dara desa (cut Zuhra feat Kamal Ab)
6. Keun mainan
7. Move On 2020
8. Sia sia
9. Bahagia (pop Indonesia)
10. Hana mampu
11. Male male
12. Teman biasa

Bagaimana dengan urusan pacar dan target calon pendamping hidup? “Gimana ya… Hmm duuuh kok pertanyaannya itu ya.” Cut Zuhra tertawa tersipu malu dan mengelak berusaha untuk tidak menjawab.

Ketika terus didesak, akhirnya ia mengaku kalau saat ini lagi dekat dengan pria ganteng pengusaha muda dari Aceh Besar. Foto kebersamaan mereka diunggah beberapa kali di Instagram pribadi @cutzuhra_official. (unoe/rc.putri)

Related posts