Next Post
banner
IMG_20200611_145703

Rosalina Musa Kagumi Rhoma, Lagunya Mengandung Nasehat

Jakarta, Voice of Dangdut – Mendapat kabar Rosalina Musa atau lebih akrab disapa Kak Ros menjalani operasi batang leher bagian belakang. VOD coba mencari informasi melalui Bang Zulkifli Ahamad Director BTYG International Management, sekaligus minta dibantu agar kami dapat berkomunikasi langsung dengan Juri Dangdut Academy Asia (DAA) asal Singapura tersebut.

Keesokan harinya Bang Zul mengabarkan bahwa sekalipun Kak Ros dalam kondisi sakit Insya Allah siap diwawancarai media VOD. kemudian sehari berikutnya Kak Ros yang sedang di ruang perawatan Rehab Center di Singapura menghubungi Wahed Unoe melalui voice call WhatsApp pada pukul 15.19 Wib Selasa 9/6/2020.

Rasanya tidak pantas kami wawancarai Kak Ros setelah memgetahui bahwa kondisi sakit separah ini. “Oo tidak apa-apa saya sekarang sudah agak sehat,” jawabnya dengan suara yang lembut dan khas sembari tertawa ringan.

Kak Ros bercerita kalau di usia muda ia adalah seorang penyanyi wanita yang aktif tampil di banyak event hiburan di Singapura. Suatu ketika pada umur 17 tahun Rosalina remaja mendapat kesempatan tampil di ajang competition adu bakat nyanyian di stasiun televisi Suria Channel, Singapura.

“Memang waktu itu saya tidak masuk top 10, mungkin mereka melihat Kak Ros yang paling cantik, jadi selalu diundang untuk mengisi variety show pada stasiun televisi Suria Channel dan rancangan Melayu di beberapa stasiun televisi Singapura,” sebut Kak Ros tertawa.

Rosalina Musa (foto koleksi pribadi)

Pernah rekaman berapa album Kak Ros. “Album pertama pada umur 25 tahun, judulnya Yuk Dangdut, ciptaan Kak Ros dan Rusli Muhalim merangkap gitaris sekaligus produser.”

Dari catatan obrolan, Album kedua Rosalina Musa bergenre dangdut, pada saat itu umurnya 28 tahun, judul album Sayang diproduksi oleh Life Record. Rekaman tahun 1999 di studio Soneta Record milik Rhoma Irama.

Memangnya Kak Ros kenal dengan Rhoma. “Saya mengagumi Rhoma Irama, lagunya banyak mengandung nasehat, juga Ratu Dangdut Umi Elvi Sukaesih dan Ratu Dangdut Malaysia Zaleha Hamid, saya banyak belajar mengafal lagu-lagu mereka.”

“Album ketiga pop progresif tahun 2002, ada teman dari Amerika namanya Kurtnam. Dia tertarik mensponsori Kak Ros untuk produksi rekaman album pop ini, uniknya ditangani oleh 3 komposer dan recording di 3 negara Indonesia, Malaysia dan Singapura,” jalas Kak Ros yang di masa muda pernah duet bareng Almarhum Farid Harja.

Sekalipun menyanyikan lagu pop, oleh warga negara Singapura lebih mengenal Rosalina Musa sebagai sosok penyanyi dangdut, ia orang pertama yang mengenalkan dangdut di event pencarian bakat dan tampil menyanyikan dangdut di stasiun Televisi di negaranya.

Dari penuturannya Kak Ros, ia bercita-cita suatu hari bisa tampil menjadi bagian dangdut di Indonesia. Alhamdulillah impian itu menjadi kenyataan, tahun 2015 Kak Ros diundang oleh stansiun televisi Indosiar menjadi Juri Dangdut Academy Asia pertama (DAA1) mewakili negara Singapura.

Album ke 4 judulnya Beri Tepukan Yang Gemuruh (BTYG) tahun 2016. “Kalimat ini sesuatu yang lumrah dan lazim di negara saya, namun di Indonesia dianggap unik, sehingga saya dengan produser menjadikan keunikan ini untuk membuat lagu.”

“Yang terakhir saya dibuatkan lagu Sunda oleh Jay Arkana dari Sumedang judulnya Sabodo Teing, diproduksi oleh BTYG International Management.” Terang Kak Ros bahwa lagu dan musik dangdut di Singapura cengkoknya tidak seperti dangdut di Indonesia, Ini link lagu Sabodo Teing https://youtu.be/nNKLbSA3U7o

“Ohya BTYG juga menghimpun peserta DAA5 dari beberapa negara Asean, dari Philipina, Brunai Darussalam dan Singapura, kemudian rekaman di Jakarta dan Bandung,” jelas Kak Ros yang sekarang ini dalam proses pemulihan operasi tulang tengkuk.

Sakit dan Menjalani Operasi

Kak Ros mengisahkan, tahun 2016 sekembali dari Kuala Lumpur, ia merasakan keanehan pada tangan seperti ditusuk-tusuk. Menurut dokter Kak Ros mengalami penyempitan urat di tulang tunjang / leher bagian belakang.

Masih menganggap itu penyakit biasa dan bisa sembuh tanpa harus operasi, ternyata selama beberapa tahun tidak ada tanda-tanda kesembuhan, tahun lalu usai DAA5 sakit di leher bagian belakang makin terasa.

Artis dangdut senior Singapura ini menceritakan ihwal sakit yang mendera hingga harus operasi. “Tahun ini rasanya makin parah, mungkin saya terlalu penat dan stres. Ketika konsultasi dan berobat ke dokter, kata dokter secara medis saya ini harus segera dioperasi, karena jika terlambat bisa berakibat fatal dan berbahaya. Tanpa melalui proses appointment, masuk hospital langsung Kak Ros dioperasi tanggal 1 Mei 2020.”

Kolase foto Kak Ros paska operasi hingga bisa berjalan

“Menurut report medis, kesehatan Kak Ros dari 100 persen turun drastis drop ke 20 persen. Saya seperti sedang bertarung bertahan hidup, semua keluarga sedih dan takut. Berkat doa Ibu, doa Suami, doa Anak dan Zikir Kak Ros yang tiada henti, Alhamdulillah naik lagi menjadi 70 persen.” Kak Ros bercerita ke VOD sambil menangis.

Sembari memberi semangat dan harus mangalihkan pembicaran ke cerita hiburan dan lucu sampai Ibunya Wildan Mohd Farid kembali bisa tersenyum. Kemudian kisahnya dilanjutkan, “mengalami masa-masa kritis selama 8 jam tidak sadarkan diri, sadar 2 jam kemudian saya kaget karena tangan dan kaki seperti hilang dan tidak ada rasa. Berhari-hari menangis, istighfar, berdoa terus memohon pertolongan kepada Allah.

“Selama 17 hari di NUH (National University Hospital). Di Hospital ini tidak boleh ada yang menjenguk sekalipun dari keluarga juga disebabkan oleh pandemi corona. Saya terus menangis dan menjerit, pada hari ke 5 baru diizinkan suami melihat kondisi saya itupun hanya 15 menit saja.” Kak Ros menceritakan masa-masa ia takut kehilangan Ibu, suami dan anaknya.

Isteri tercinta dari Mohd Farid Bin Masduki masih melanjutkan cerita, sesekali ia seperti sedang menahan tangis. “Hari ke 18 saya dipindahkan ke Rehab Center Alexandra Hospital. Alhamdulillah Hari Raya pertama walau hanya menggunakan kursi roda diizinkan pulang ke rumah selama 4 hari.”

“Pada tanggal 1 Juni saya baru bisa berdiri namun kaki belum merasakan apa-apa. Alhamdulillah tanggal 8 Juni malam menuju 9 Juni hari lahirnya Kak Ros, kuasa Allah Subhanahu Wa Taala saya sudah bisa berjalan, mungkin ini mukjizat dari zikir dan doa Kak Ros yang dikabulkan Allah,” sebut Kak Ros bahagia karena di hari ulang tahun yang ke 49, ia kembali bisa berjalan tanpa bantuan alat.

Mohd Farid (Suami), Rosalina Musa & Wildan Mohd Farid (Anak 7 th)

Diakhir percakapan yang hampir 2 jam kami bicara, Kak Ros menitipkan salam untuk Haji Rhoma Irama, dan semua sahabatnya penyanyi dangdut di Indonesia, para penggemar dan anggota Forsa. Mohon doa untuk kesembuhan, saya rindu dengan Indonesia, ucapannya terpatah-patah karena larut dalam kesedihan. (unoe/s.karsono)

Related posts