Next Post
banner
InShot_20200624_122434546

Ine Sinthya 30 Tahun Lebih Tetap Bersama Maheswara

Jakarta, Voice of Dangdut – Nama Ine Sinthya sangat familiar di kalangan para remaja era 1990an dan 2000an. Artis dangdut kelahiran Cianjur 48 tahun silam, namanya sangat populer dalam kurun waktu itu.

Setelah membuat janji, Wahed Unoe dari VOD berkesempatan bincang-bincang dengan Ine Sinthya Anggriana melalui Voice Call WhatsApp pada Senin sore, 22/6/2020.

Bisa diceritakan kapan awal mula Ine mengenal dunia nyanyi hingga kemudian menjadi penyanyi dangdut, “saya sebenarnya sudah terbiasa menyanyi sejak di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD) di Cianjur.”

“Saya dari kecil nyanyinya lagu pop versi anak-anak,  dulu sering tampil di TVRI  program acara Aneka Ria Anak-anak dan acara Pilihanku,” jelas Ine Sinthya yang sejak masa kecil hingga remaja sudah terbiasa tampil di TVRI, satu-satunya stasiun televisi Indonesia saat itu.

Tahun 1986 ketiga wajah gadis belia Ine Sinthya, Tia Monica dan Nia Kania yang tergabung dalam Trio Champerenick juga kerap menghiasi layar kaca TVRI, membawakan lagu Angka Merah ciptaan.Jackson Agara.

Menurut pengakuan Ine, ia hampir setiap tahun suka ikut lomba nyanyi mulai Bintang Kecil hingga Bintang Remaja di Cianjur, namun selalu dapat juara 2 atau 3 dan nggak pernah mendapat juara 1, karena setiap festival selalu berhadapan dengan rival terkuat yang terus menyabet juara 1.

Perlombaan menyanyi sejak SD, SMP hingga SMA tidak pernah ia lewatkan. Di ajang sebuah festival ketika kelas 2 SMA Ine Sinthya berkenalan dengan Ronald Situmorang, itu awal terbuka jalan menuju sukses kariernya di dangdut.

Siapa Ronald Situmorang, apakah seorang produser? “Beliau bukan produser tapi semacam pencari bakat. Bang Ronald yang menyarankan saya supaya mau mengembangkan karier sebagai penyanyi, tidak hanya sebatas ikut lomba di Cianjur.”

Ine Sinthya besama putra putrinya Agi dan Sherin “Bang Ronald menyakinkan Ine supaya mau Demo lagu, kemudian menawarkan ke produser rekaman di Jakarta.” Kata ibunda dari sepasang buah hati, Agi Syahrain 22 yang sedang menyelesaikan semester akhir Universitas Telkom Bandung dan Sherin Anasya Syaharani 19, semester 2 Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Awalnya ketiga gadis remaja yang tergabung dalam Trio Champerenick sudah berikrar, akan selamanya bersama dalam grup vocal ini, tapi setelah Tia Monica memilih bersolo, Ine Sinthya pun ikutan bersolo karier. Akhirnya personil Trio Champerenick memilih jalannya masing-masing.

Ine Sinthya melanjutkan cerita, “saya ingat sekali bagaimana ketika diajak oleh Bang Ronald bikin demo lagu ke salah satu produser di Kawasan Glodok, Jakarta Pusat. Produser pertama yang kami kunjungi langsung menolak tanpa mendengarkan demo lagu, alasannya lagu pop lagi sepi.”

“Kemudian Ine diajak sama Bang Ronald menemui produser kedua panggilannya pak Paku. Tanpa mendengar demo lagu, lagi-lagi kami ditolak alasannya sama bahwa lagu pop lagi sepi, tapi Pak Paku waktu itu bilang kalau you bisa nyanyi akan langsung saya tes di studio rekaman, saya jawab bisa.” Kenang Ine Sinthya.

Menerima tantangan dari Pak Paku untuk menyanyikan lagu dangdut yang mendayu judulnya Rayuan Cinta, ciptaan Muchtar B yang pernah dinyanyikan oleh Evie Tamala, menjadi PR berat bagi Ine Sinthya karena selama ini ia lebih akrab dengan lagu-lagu pop.

Diberi waktu 3 hari, kemudian disuruh datang kembali ke studio Insan Record jam 5 sore. Menurut penuturannya ternyata sampai disana ada artis lain yang lagi take vocal, akhirnya ia baru kebagian jadwal jam setengah 12 malam, itu pun masuk disela rekaman artis lain.

Ine Sinthya kembali mengisahkan masa proses awal terjalinn kerja sama dengan Pak Paku seorang produser hebat, begitu juga ketika tes vocal ditangani oleh seorang pencipta lagu ternama Almarhum Muchtar B.

Terus bagaimana hasil tesnya? “Begitu saya nyanyi pak Muchtar B langsung suka dan tertarik, bahkan besoknya diajak teken kontrak untuk rekaman album solo dangdut pertama. Tidak semua owner MSC Record setuju, akhirnya Ine dikontrak rekaman secara pribadi oleh Pak Paku, judulnya Bagimu Cukup Aku, ciptaan Muchtar B.”

“Tidak lama setelah itu Pak Paku keluar dari MSC Record, kemudian Beliau mendirikan perusahaan label sendiri Maheswara Record. Alhamdulillah sejak saat itu sampai sekarang semua album Ine recording dan labelnya tetap di Maheswara Record,”

Tahun 1992 terbentuk Grup Manis Manja, terdiri dari Ine sinthya, Lilis Karlina, Yulia Citra, Kitti Nurbaiti dan Murni Chania. Tahun 1993 keluar album Aduh Buyung. Lagu ini cukup hit.

D’Duta : Ikke Nurjanah, Iis Dahlia, Cici Paramida, Ine Sinthya, Evie Tamala, Kristina, Iyeth Bustami dan Erie Suzan

Dari penelusuran, ternyata tahun 2010 Ine Sinthya masuk dalam grup 8 artis diva dangdut Indonesia. D’Duta (Delapan Pedangdut Wanita) terdiri dari: Ikke Nurjanah, Iis Dahlia, Cici Paramida, Ine Sinthya, Evie Tamala, Kristina, Iyeth Bustami, dan Erie Suzan. Albumnya Helo, dibawah label Nagaswara.

Kapan terakhir keluarkan lagi album atau single terbaru. “Manis Manja group baru saja luncurkan single baru pada tanggal 5 Juni 2020, judulnya Dalam, Karya Sonny JS. Lagu dangdut kreatif ini ngebeat energic dibawakan oleh 4 personil Manis Manja. Ini link YouTube official Maheswara Musik Record.” https://youtu.be/gZWZQfpefSQ

Selama 30 tahun berkarier, bisa diceritakan sudah tampil show kemana saja dalam negeri. “Indonesia kayanya sudah hampir semua daerah pernah sya kunjungi. Kalau luar negeri pernah tampil di Tokyo Jepang, Taiwan, Jeddah, Brunai Darussalam dan Malaysia.” Ungkap Ine bangga dan bersyukur.

Mengutip halaman wikiwand.com.id sejumlah album dan single Ine Sinthya tersusun rapi bak list library. Single terbaru Manis Manja Group yang di launching pada 5/6/2020 telah pula kami perbarukan dalam list media VOD.

Album Trio

1986 : Angka Merah -Trio Champernik (Ine Sinthya,Tia Monika, Nia Kania)

2010 : Kau Tetap Kusayang – D’Mawar (Ine Sinthya, Evie Tamala, Iis Dahlia)

Album Solo

1988: Ada Udang dibalik Batu

1989: Bagimu Cukup Aku

1991: Gairah Cinta

1992: Cinta Bukan Sayur Asem

1993: 5 Menit Lagi

1994: Gaun Merah Jambu

1995: Ach Yang Bener

1996: Prasangka

1997: Disimpang Jalan

1998: The Best Disco Remix (Promo Song :Kacang Lupa Kulitnya)

1998: Mimpi

1999: Jangan Hanya Sandiwara

2001: Nafas Cinta

2002: Sesal (Best Cut : Jam 5)

2004 : SoundtrackSinetron Cinta Bukan Sayur Asem (Single : Cinta Bukan Sayur Asem versi Disco Remix)

2005 : 10 Dangdut Karya Cipta Emas Herman Anggita (Single : Secangkir Kopi Beracun, Bayang Asmara)

2005: Cinta Berkabut Tabu

2005: Ikhlas

2006: Siji Wae Loyo (Best cut : Nelongsone Atiku)

2007: 16 The Best & New Ine Sinthya(Single : Oh Anakku, Sengsara Hatiku)

2009: Cinta Terindah (Best cut : Biarkan Hati terbagi Dua, Cinta Terindah)

2010 : 8 Duta Dangdut Indonesia (Single : Bila Kau Pacarku)

2012 : Gara-Gara Dikomporin (Best cut : Gara-gara dikomporin, Tekor)

2013 : Persembahan Terbaru Ine Sinthya : Salah Mencintaimu, Salah Kaprah

2014 : Curahan Hati Ine Sinthya : Jurang Perpisahan, Kembang Lidah (Recycle : Surga Jadi Neraka)

2015 : Neo Dangdut Rhomantika – Ine Sinthya : 12 Lagu Recycle Terbaik

Album Duet

1991: Memori Daun Pisang

1993: Asmara Kelapa Muda

1994: Kalender Cinta

1995: Bujang Merana

2000: Nafas Cinta (Best of The Best) Feat Andri Shambas, Single : Nafas Cinta, Dung Indung

2005: 10 Dangdut Emas Karya Cipta Herman Anggita, Feat Herman Anggita, Single : Cinta Berkabut Tabu

2006: Siji Wae Loyo. Feat Herman Anggita, BestTrack : Akeh Wulune

2007: Selalu Rindu (16 The Best & New). Feat Herman Anggita, Single : Selalu Rindu

Album Grup Kelompok Centil

1990 : Kelompok Centil on Kelompok Centil, Best Cut : Ayo Antri

1991 : Dangdut Nusantara on Kelompok Centil, Best Cut : Abah Emak

Album Grup Manis Manja

1993 : Aduh Buyung, Kuda Lumping on Manis Manja Group

1993 : 22 Lagu Asli Terpilih Maheswara Musik

1994 : 22 Lagu Asli Terpilih Maheswara Musik

1994 : Jodoh, Cek Kecek on Manis Manja Group

1995 : Bul Kibal Kibul, Best Cut : Bul Kibal Kibul

1995 : Cinta Feat Kumbang Jati Group, Best Cut : Cinta.

1996 : Biduan Best Cut : Biduan, 4 Angkatan.

1997 : Hanya Cinta Yang Kupunya: Hanya Cinta Yang Kupunya, Rindu Berat.

1998 : Exclusive Dangdut Slowrock,Best Cut : Suci Dalam Debu, Berlayar Tak Bertepian.

2000 : Jangan Menggoda, Best Cut: Jangan Menggoda, Cinta Tiada Akhir.

2008 : Persembahan Terbaru Manis Manja, Best Track : Bete, Meneketehe, Seribu Hari.

2012 : 20 Tahun Berkarya Manis Manja Album : Rela

2020 : Dalam, Ciptaan Sony Js.

Album grup lain D’Duta, PAMMI, Anggita All Star

1994 : Artis-artis Maheswara :Lebaran

1995 : Artis-artis Maheswara :Selamat Hari Lebaran

2004 : Album Dangdut Amal (PAMMI All Star) on MMG. Single : Tangis Negeri  – Karya Dorce Gamalama

2005 : 10 Dangdut Emas Karya Cipta Herman Anggita, on Anggita All Star, Single : Primadona Kaca.

2010 : 8 Duta Dangdut Indonesia, on d’Duta (Hello), d’Mawar (Kau Tetap Kukenang)

Sinetron

Prasangka (1997)

Cinta Bukan Sayur Asem (2003)

Kampung Dangdut (2006)

Cinderella Gaul (FTV) – Produksi Indosiar

Diketahui semua lagu yang didendangkan Ine Sinthya dari dulu hingga sekarang, masih terus diputar dan populer di sejumlah radio dangdut seluruh Indonesia. (unoe/aqodir)

Related posts