Next Post
banner
IMG_20200723_163612_compress51

Fuji Nabila: Sekarang Ini Tidak Ada Orang Sehebat Rhoma

Jakarta, Voice of Dangdut – Harmoni musik dangdut Soneta tergolong komplit dibanding group musik lain di tanah air. Tidak hanya terdengar padat bermacam alat musik yang dimainkan oleh 12 personel, keberadaan 4 anggota Soneta Femina menjadikan group musik dangdut besutan Rhoma Irama tak ada yang bisa menyamai.

Adalah Soneta Femina, terdiri 4 wanita cantik, bukan hanya sebagai backing vocal atau tim dancer dengan koreografi yang mengutamakan gerakan tangan santun dan gemulai, namun untuk lagu-lagu tertentu paduan suara Soneta Femina menjadi pengiring musik berharmoni, contoh pada musik intro single Virus Corona karya Rhoma Irama.

Setelah membuat janji wawancara sehari sebelumnya, Wahed Unoe dari VOD berkesempatan bicang-bincang dengan Fuji Nabila yang bernama asli Pujianti, salah seorang dari 4 anggota Soneta Femina, pada Rabu malam 22/7/2020.

Sejak kapan Fuji menjadi penyanyi? “Fuji jadi penyanyi sejak kelas 2 SMP Tahun 1998, pada waktu itu kebetulan di sekolah kami SMP sejahtera 2 Cileungsi, Bogor, Jawa barat, ada acara 17 Agustusan dan saya jadi pembawa acara sekalian menyanyi disitu.”

“Sekolah adakan lomba karaoke, saya nyanyi lagu dangdut Terlena ciptaan Kuntet Mangkulangit yang pernah hit lewat vocal Teh Ikke Nurjanah. Usai menyanyi saya diajak oleh guru kesenian Almarhum Pak Yadi Komara untuk bergabung dalam group musik beliau Gita Selecta.” Kenang Fuji saat awal mengenal panggung hiburan.

Rhoma dan Soneta Femina: Dewi, Neneng, Aida dan Fuji

Setelah bergabung dalam group Gita Selecta, Fuji menjelaskan kalau ia sering tampil show dimana-mana dan kerap diajak manggung bersama group musik lain, termasuk group musik binaan Almarhum Haji Nasir dan Haji Hadi, keduanya personel group Soneta formasi pertama.

Group musik asuhan Almarhum Haji Nasir dan Haji Hadi namanya Cista, dibawah pimpinan Haji Romli dari Bekasi. menurut pengakuan Fuji sebenarnya ia bergabung dalam group Cista, awalnya diminta sama teman untuk mengganti posisi karena waktu itu nggak bisa ngejob.

Setelah menerima tawaran mengganti posisi temannya, Fuji yang kala itu sudah beranjak kelas 2 SMA Negeri 1 Cileungsi, akhirnya tahun 2001 resmi menjadi penyanyi tetap group musik dangdut Cista.

Fuji menceritakan selang beberapa bulan kemudian ada kabar personel Soneta Femina bernama Lia mengundurkan diri. “Nah pada saat itu saya ditanya sama Pak Haji Nasir, Fuji kamu mau nggak jadi backing vocal Soneta.”

“Tentu saya kaget dan rasanya Pak Haji Nasir sedang bercanda, sampai saya balik bertanya, apa pantas saya jadi anggota Soneta. Coba aja datang ke soneta untuk dites vocal sama Pak Haji Oma (Haji Oma panggilan krue Soneta untuk Rhoma Irama).” Fuji mengisahkan percakapannya dengan Haji Nasir 19 tahun lalu.

Ibu dari 3 buah hati Khafilah Elsa Unjani 16, Faqieh Surya Galih 13 dan Safira Azkia Shalihah 4 menuturkan, setelah medapat tawaran untuk bergabung menjadi anggota Soneta Femina, Fuji hingga terbawa mimpi. Mimpi unik yang menurutnya sebagai isyarat jalan rezeki dan bisa langgeng bersama Soneta.

Fuji Nabila, Irfan Habibie dan 3 putra-putri kesayangan

Bagaimana mimpinya bisa diceritakan. “Saya mimpi didatangi naga besar bersisik, tapi sisiknya mengkilap warna perak dan bagus banget. Kepala naga itu besar dan mahkotanya bertahta cahaya, saya disuruh mengelus kepala naga raksasa itu.”

“Keesokan harinya saya dijemput ke sekolah SMA, katanya saya dipanggil sama pak Haji Oma mau tes vocal. Ya Allah saya kayak nggak percaya dengar kabar bahagia itu.” Ungkap nyonya Irfan Habibie yang baru semalam mimpi naga perak.

Fuji mengaku ia tidak langsung dibawa ke Soneta Record tapi singgah dulu ke rumah Dewi Widiasari di Cirendeu. Sampai disana bukan dites menyanyi tapi dites koreografi dengan lagu Selamat Malam, karya Evie Tamala.

Usai dinyatakan lulus koreo, Puji dibawa ke Studio Soneta Record untuk bertemu Rhoma Irama. “Saat itu di Soneta sedang ada rekaman, jadi personel Soneta pada ngumpul semua di Studio. Kemudian saya disuruh nyanyi sama pak Haji Oma, katanya ayo coba nyanyi, terus saya nyanyi lagunya Terajana.”

“Usai tes vocal, Haji Oma bilang sudah kelar ya, besok belajar koreografi sama Kak Dewi ya, dijahit seragam di tempatnya Kak Dewi, Haji Oma juga bilang kasih tahu berapa nomor sepatu. Mendengar begitu ya Allah Alhamdulillah berarti saya keterima.” Fuji tertawa bahagia mengingat masa awal kenal dengan Rhoma Irama dan diterima sebagai keluarga besar Soneta.

Sebelum mengakhiri obrolan, bagaimana sosok seorang Rhoma Irama di mata Fuji?. “Haji Oma itu superstar hebat, pemimpin hebat, panutan yang baik. Pokoknya Beliau itu serba hebat dan best of the best. Menurut Fuji sekarang ini tidak ada orang sehebat Pak Haji Oma. Semoga Beliau selalu sehat dan terus berkarya untuk bangsa.” Tutup Fuji Nabila dengan doa dan harapan (unoe/aqodir)

Related posts