Next Post
banner
IMG_20200729_081949_compress35

Asep Rhomansyah: Rhoma Irama Idola dan Guru Spiritual Saya

Jakarta, Voice of Dangdut – Ketika membahas orang-orang yang terinspirasi Rhoma Irama, rasanya tidak cukup waktu mengupas tuntas kisah hidupnya. Asep Romansyah, satu dari jutaan pengagum Raja Dangdut, mulai dari suka lagunya mengikuti gaya, hingga menjalani prinsip hidup ala Rhoma.

Mengenal lebih jauh artis dangdut mirip Rhoma Irama ini, Wahed Unoe dari VOD menghubungi pengurus DPP FORSA (Fans Of Rhoma And Soneta) Asep Rhomansyah yang bernama asli Asep Supriadi, ngobrol ringan melalui voice call WhatsApp, pada Minggu malam 26/7/2020.

Kapan Asep awal mengenal dangdut? “Saya suka dangdut sejak kelas 5 SD sekitar tahun 1987, paman saya setiap hari di kampung memperdengarkan lagu-lagu Haji Oma di tape rcorder kami di rumah”

Foto Kolase Asep Rhomansyah dan Rhoma Irama

“Karena setiap saat lagu Haji Oma yang terdengar, jadi terekam dalam benak saya ya lagu-lagu dangdut karya Haji Oma.” Kata Asep yang sejak kecil tinggal sama kakek dan paman di daerah kelahirannya Tasikmalaya, Jawa Barat, sementara orang tuanya tinggal di Jakarta.

Asep Rhomansyah menyebut Rhoma Irama dengan panggilan Haji Oma. Ia menuturkan sejak di Sekolah Dasar sudah mulai manggung dan bergabung dengan group musik dangdut Arista pimpinan Haris, selain itu Asep juga anggota group Kasidah Modern Asyifa dibawah pimpinan Ustadz Asep Sopyan.

Menurut Asep, karena masih anak-anak, tentu suara belum betkarakter seperti orang dewasa, suaranya malah lebih mirip artis dangdut cilik fenomenal Almarhum Abiem Ngesti yang populer dengan lagu Pangeran Dangdut tahun 1992.

Putra bungsu dari 7 bersaudara pasangan Jaka Sumantri dan Encuk Sukmanah menceritakan. “Setelah saya kelas 2 SMP terjadi perubahan suara, mungkin karena usia menjelang remaja. Sejak saat itulah dimanapun saya manggung selalu nyanyi full lagu Haji Oma hingga saya tamat SMA.”

“Kemudian tahun 1996 saya hijrah ke Jakarta, tinggal sama kakak di Kalimalang, kadang di Bekasi, kadang juga sama kakak di Pademangan. Ya sambil- sambil cari kerja, rencana mau kuliah tapi tidak ada biaya.” Tutur Asep selama di Ibukota sempat bekerja di perusahaan Astra.

Setelah bekerja, Asep menanggalkan dunia dangdut yang sudah membesarkannya. Ia baru kembali bernyanyi beberapa tahun kemudian, ketika diminta nyumbang lagu di hajatan pernikahan keponakannya. “Itu kali pertama saya nyanyi setelah sekian tahun off, lagu yang saya bawakan tetap karya Haji Oma.”

“Saat itu musik pengiring dari group Palem dibawah pimpinan Almarhum Haji Selamet. Ketika saya nyanyi pimpinan merhatiin, setelah itu diajak gabung dalam group musik Palem.” Kenang ayah dari Farhan Alfisyahrin da Salsabila Ramadhani Azzahra dari perkawinannya dengan Esti Rakhmani.

Menurut pengakuannya, setiap group Palem dapat job, Asep selalu diajak manggung nyanyi 1 atau 2 lagu, imbalannya dikasih uang 100 ribu sampai 150 ribu rupiah. Tentu jumlah itu sangat minim, sampai akhirnya pimpinan memberikan pekerjaan tambahan sebagai MC, alasannya agar Asep mendapatkan gaji tetap.

Asep yang pernah juarai 1 lomba Adzan, juara 3 MTQ antar SMP dan Juara 4 lomba Pop Song se kecamatan di Tasikmalaya, akhirnya seizin pimpinan Palem Group, Asep aktif di beberapa group musik lain, tujuannya ingin kembangkan karier sebagai penyanyi dan MC, setelah ia berhenti bekerja.

Tahun 2011 Asep berkenalan dengan Abunk, kebetulan keduanya sama-sama idolakan Rhoma Irama, mereka kemudian bergabung dengan SFCI (Soneta Fans Club Indonesia). Organisasi itu sekarang sudah lebur dan bergabung dengan FORSA (Fans Of Rhoma And Soneta).

Asep dan Abunk bersama 2 rekan lainnya Madoen dan Fany membentuk group musik Soneta Mini, tidak lama group musik dangdut itu dirubah nama menjadi The Kanpoel, nama itu terinspirasi dari film Berkelana 2, Kanpoel artinya makan tak makan yang penting kumpoel, begitu canda Rhoma Irama dengan sesama personel Soneta dalam film itu.

Sentuh gambar aktif video The Kampoel, Sahabat

Ini salah satu link video Asep ketika perform bawakan lagu karya Rhoma Irama bersama group musik dangdut The Kampoel di konten YouTube Asep Rhomasyah Channel. 

Tampil di Televisi Dikenal Publik
Asep Romansyah mengisahkan bagaimana awal mula dia dikenal publik. “Tanggal 27 Maret 2015 saya nonton check sound Soneta konser MNCTV Road Show di Serang, Banten. Orang-orang pada minta foto katanya saya mirip Rhoma, kemudian tim kreatif MNC TV datang menawarkan agar nanti malam saya bersedia naik ke panggung memerankan sosok Rhoma Irama dalam salah satu film.”

“Acara konser Soneta ada segmen tambahan, adu akting mirip Rhoma dalam sebuah film, peserta ternasuk dari Forsa Serang. Alhamdulillah saya juara 1 dapat hadiah uang tunai 500 ribu rupiah, uang itu buat makan bareng teman-teman Forsa.” Cerita Asep tertawa bangga mengingat keseruan pertama menginjak panggung megah dan disiarkan live oleh MNCTV.

Asep di panggung MNCTV Road Show Serang, Banten

Tidak lama setelah itu ternyata Asep didatangi oleh pencari bakat diajak ikut program mirip artis, acara D’Terong session Cumi (cuma mirip) artis Rhoma Irama di stasion Televisi Indosiar. Lagi-lagi Asep Rhomansah juara 1 dan dapat uang tunai 5 juta rupiah.

Asep juga pernah ikut program ASAL (Asli apa Palsu) di stasiun Televisi Trans 7, menurutnya saat itu ia dapat juara 3. Kedua rekannya Jumadi dan Hasan Irama dilombakan mirip Rhoma sebagai artis, sedangkan Asep sangat berat ketika harus memerankan Rhoma sebagai mubaligh.

Tahun 2015 memang tahun keberuntungan Asep Rhomansyah, banyak stasiun televisi melirik Asep bukan hanya karena mirip Rhoma Irama, kemampuan olah vokal menyanyi khas raja dangdut juga menjadi daya tarik pria kelahiran tahun 1976 ini.

Langkah karier Asep Romansyah terbuka lebar, bagaimana tidak, tiba-tiba ia dapat tawaran dari Indosiar ikut Audisi Bintang Pantura (BP). Untuk jadi peserta ada 3 katagori, pertama umum yaitu mendaftar antrian, kedua mengirimkan video menyanyi via email dan ketiga pilihan Indosiar karena pernah sukses tampil di salah satu program Indosiar. Asep pernah juara di program D’Terong session Cumi.

Walau kesempatan emas itu didapat dengan mudah dan cuma-cuma namun Asep awalnya tetap menolak. Mendengar nama Pantura yang identik dengan musik dangdut goyang heboh, sudah barang tentu bertentangan dengan jiwa Asep yang mengidolakan Rhoma Irama.

Sekalipun aksi joget heboh para peserta audisi Bintang Pantura season 1 sangat kentara tapi tidak untuk Asep Rhomansyah. Pria brewokan yang kerap menebar senyum ini, setiap babak audisi selalu perform dengan gaya santun khas Rhoma Irama.

Setelah Asep sukses masuk Top 8 Besar Bintang Pantura season 1 Indosiar, apakah pernah rilis single? “Saya pernah dibuatkan single oleh Abunk judulnya Raja Dangdut, kemudian Bangkitlah dan satu lagi Bayangan Dosa, semua lagu itu ada di YouTube.” 

Sentuh gambar aktif Video Bangkitlah

Bagaimana menurut Asep sosok Rhoma Irama? Haji Oma idola dan guru spiritual saya. Berkah prestasi dan rezeki yang Allah berikan kepada saya melalui Beliau hingga dapat menafkahi keluarga, itu semua karena saya terinspirasi dari Haji Oma. Semoga Beliau selalu sehat dan panjang umur. Tutup Asep dengan doa. (unoe/rc.putri)

Related posts